Warga Menjerit Soal Bau Limbah, Pimpinan PT Bumi Jaya Disebut Marah-Marah

Lampung Selatan, Mediasiber1 — Keluhan warga Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pabrik dan gudang PT Bumi Jaya atau yang dikenal dengan sebutan “CIKI Acung” kini semakin menjadi perhatian publik.

Warga mengaku bau tidak sedap tersebut kerap muncul dan diduga berasal dari aktivitas pembuangan limbah pabrik. Bahkan saat awak media meninjau lokasi yang ditunjukkan warga, terlihat aliran limbah berwarna hitam pekat menyerupai kopi.

“Sering ada bau tidak sedap bang, kami duga dari pabrik CIKI Acung itu,” ujar Joko, salah seorang warga, Kamis (7/5/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang meminta identitasnya dirahasiakan. Mereka mengaku resah, namun merasa tidak memiliki kekuatan untuk menyampaikan protes secara langsung.

“Memang sering bau bang, tapi kami tidak sanggup berbuat apa-apa,” ungkap warga lainnya.

Yang menjadi sorotan, upaya konfirmasi awak media kepada pihak perusahaan justru tidak mendapat respons jelas. Saat mendatangi lokasi perusahaan, awak media hanya diterima oleh petugas keamanan perempuan bernama Kartini.

“Tunggu dulu sebentar ya bang, saya sampaikan ke atasan kami dahulu,” katanya.

Namun setelah sekitar 30 menit menunggu, Kartini kembali dengan jawaban yang memicu tanda tanya publik. Ia menyebut pimpinan perusahaan bernama Yono tidak dapat ditemui karena sedang marah-marah.

“Maaf ya pak, saya tidak bisa berbuat apa-apa sebab pimpinan lagi marah-marah,” ujarnya.

Sikap tersebut kini menjadi perhatian masyarakat. Di tengah keluhan warga terkait dugaan limbah dan bau menyengat, pimpinan perusahaan justru dinilai tidak menunjukkan respons terbuka terhadap upaya konfirmasi media.

Publik mempertanyakan keseriusan pihak perusahaan dalam menyikapi keluhan lingkungan yang sudah dirasakan warga. Apalagi hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait dugaan sumber bau maupun kondisi limbah yang terlihat menghitam di saluran pembuangan.

Warga berharap pemerintah daerah dan dinas lingkungan hidup segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan, termasuk sistem pengelolaan limbahnya.

Jika terbukti terjadi pelanggaran lingkungan, masyarakat meminta adanya tindakan tegas agar persoalan ini tidak terus dibiarkan dan merugikan warga sekitar.(Red)